Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Kembangkan Rosella untuk Tingkatkan Pendapatan

Pertanian padi ternyata kurang sesuai untuk diterapkan di Majatra, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Sistem irigasi di Majatra telah banyak yang rusak dan sulit diperbaiki. Sedangkan, tingkat keasaman tanah cukup tinggi sehingga tak cocok untuk tanaman padi. Karena itu, BINA VITALIS dan petani dampingannya mulai mengembangkan budidaya rosella (Hibiscus sabdariffa) yang dirasa potensial untuk mendatangkan keuntungan.

Olah Tepat Rosella

1. Cuci kelopak hasil panen dengan air bersih.
2. Belah kelopak rosela dan keluarkan bijinya.
3. Tempatkan kelopak yang telah dikupas di nampan atau alas yang bersih, lalu kering-anginkan selama kurang lebih sehari hingga layu.
4. Masukkan kelopak rosela ke dalam oven hingga temperatur maksimal 800C selama 45 menit.

Dari Ladang hingga Secangkir Rosela

Inilah ritual Abdussalam Masduqie menjelang petang. Sambil duduk santai di serambi depan rumah, ia membuka stoples berisi kelopak rosela kering. Tiga kelopak rosela yang dipetik di halaman dimasukkan ke dalam gelas. Ia menyeduhnya dengan air hangat dan menambahkan 2 sendok teh gula. Setelah dingin, teh rosela-sebutan air seduhan rosela-itu ia teguk hingga tandas. Rasa penat setelah seharian beraktivitas pun lepas sudah.

Rosella, Laba di Balik Kesegarannya

Selama empat tahun Bambang Irwanto bersusah-payah memperbanyak benih rosela asal Sudan. Jerih payah itu kini berbalas manis. Setiap bulan ia berhasil menjual rata-rata 750 kg rosela kering. Dengan harga jual Rp500.000 per kg, setidaknya Rp225-juta mengalir ke rekeningnya setiap bulan.